Beritainfobreakingnews.com – Gedung Songo, Jawa Tengah,- Manusia adalah mahluk sosial yang tak pernah bisa melakukan segala hal sendiri. Membutuhkan teman untuk sukses mencapai tujuan ataupun sekedar menghilangkan kesepian. Saling temu, saling bicara adalah bentuk untuk memenuhi kebutuhan sosial tersebut. Membahas hal ringan hingga kehidupan orang lain. Sayangnya, ada sebagian orang yang justru iri dengan kesuksesan orang lain, merasa terzolimi ketika bukan dia yang berada pada tangga kesuksesan itu, ada pula yang memanfaatkannya. Rasa iri menjadi salah satu sisi gelap manusia.
Iri hati termasuk dalam penyakit orang orang bermental kepiting. Berbagai cara dilakukan oleh orang orang yang mempunyai “CRAB MENTALITY” untuk menjatuhkan targetnya, salah satunya ghibah/ gossip hingga menebar fitnah.
Ada KERBAU MATI GARA – GARA GOSSIP, Bagaimana seekor kerbau bisa mati cuma gara-gara GOSSIP
- Sepulang dari sawah, KERBAU rebahan di kandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. Lalu datanglah seekor anjing, dan kerbau berkata: “Ah…, temanku, aku sangat lelah, kalo boleh besok aku mau istirahat sehari aja”.
- ANJING pergi dan di tengah jalan dia berjumpa dengan kucing, lalu anjing berkata: “Tadi saya ketemu kerbau, katanya dia besok mau istirahat dulu. Sudah sepantasnya sebab boss kasih kerjaan terlalu berat”.
- KUCING lalu bercerita pada kambing: “Kerbau komplain boss kasih kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tak mau bekerja lagi”.
- KAMBING pun ketemu ayam dan dia bilang: “Kerbau tidak senang kerja dengan boss lagi, mungkin dia sudah ada kerjaan yang lebih baik”.
- AYAM pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: “Kerbau tak akan bekerja lagi untuk boss dan mau kerja di tempat lain”.
- Saat malam, MONYET bertemu dengan si Boss dan berkata: “Boss, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau meninggalkan boss untuk kerja di boss yg lain”.
Mendengar ucapan monyet, sang boss marah besar dan tanpa konfirmasi lagi, dia langsung menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya. Padahal ucapan asli kerbau: “aku sangat lelah, kalau boleh besok aku mau istirahat sehari saja”. Lewat beberapa teman, ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: “Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan mau meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain”.
Jadi apa maknanya?
- Kadang satu pembicaraan terhenti cukup sampai di telinga kita saja dan tak perlu sampai ke telinga orang lain.
- Jangan telan bulat bulat atau percaya begitu saja setiap berita atau perkataan orang lain meski itu keluar dari mulut orang terdekat kita. Kita perlu CHECK & RECHECK kebenarannya sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi langsung ke sumbernya.
- Kebiasaan meneruskan perkataan /berita dari orang lain dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi & asumsi kita sendiri bisa berakibat fatal.
Satu ayat dalam kitab suci Al-Quran menegaskan untuk menjauhi ghibah dan fitnah, terdapat dalam Surat Al-Hujurat Ayat 12
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Jagalah lidah, agar bisa menjaga hati. Ingatlah bahwa orang pintar tidak akan mengatakan apa yang diketahuinya, tapi tahu apa yang dikatakannya.***Lisa Afrida Fachriany.











