Beritainfobreakingnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Minggu siang (16/11/2025), Universitas Siliwangi (Unsil) mendadak berubah jadi panggung tragedi. Bukan karena naskah drama mahasiswa, melainkan karena sebuah gazebo favorit kampus ambruk tanpa aba-aba. Lokasi kejadian: tepat di depan gedung dekanat Fakultas Administrasi dan Pendidikan.
Dari Latihan Drama ke Drama Sesungguhnya
Sedikitnya 18 mahasiswa jadi korban.
- 6 orang langsung dilarikan ke RS TMC,
- 1 orang ke RSUD dr. Soekarjo,
- 11 lainnya ditangani di Klinik Unsil.
Mayoritas luka ringan, tapi beberapa masih harus menunggu hasil rontgen dan CT Scan. “Kondisi mereka masih dalam pemantauan,” ujar Drs. Nana Sujana, Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsil, yang mengaku langsung fokus ke penanganan korban begitu laporan masuk.
Ironisnya, latihan drama Bahasa Indonesia yang seharusnya melatih ekspresi dan dialog berubah jadi adegan nyata: jeritan, kepanikan, dan genting berjatuhan.
Gazebo Idola, Runtuh Tanpa Cuaca Ekstrem
Gazebo berukuran 6 x 10 meter dengan rangka baja ringan dan atap genting tanah liat itu selama ini jadi spot favorit: nongkrong, latihan seni, sampai senam Jumat pagi. Tapi siang itu, atapnya mendadak menyerah.
Tidak ada angin ribut, tidak ada hujan badai hanya dentuman genting yang bikin jantung mahasiswa ikut jatuh. Gazebo yang biasanya jadi simbol “tempat aman buat rebahan” kini berubah jadi aktor utama tragedi kampus.
Polisi Turun Tangan
Tak lama, kampus melapor ke pimpinan universitas dan aparat kepolisian. Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota langsung olah TKP, memasang garis polisi, dan mensterilkan area. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti robohnya gazebo masih jadi misteri.
Gazebo itu kini bukan lagi tempat kumpul, melainkan zona investigasi. Dari tempat nongkrong jadi TKP, dari arena senam jadi arena garis polisi.
Catatan:
- Gazebo Unsil: lebih rajin dipakai mahasiswa daripada direnovasi.
- Drama kampus: kali ini bukan soal skripsi, tapi soal genting yang jatuh.
- Unsil mendadak trending: bukan karena prestasi, tapi karena “gazebo collapse edition.”












