Kematian, Peringatan dan Muhasabah Diri

Palangkaraya, Beritainfobreakingnews.com – Setiap hari kita diperdengarkan dengan berita kematian. Jangan sedih berlarut-larut dengan yang pergi berpulang. Namun jadikanlah kematian sebagai peringatan bahwa maut tidak menunggu usia sampai tua, maka renungkan bagaimana kah persiapan bekal kita kembali menuju Ilahi Robb.

Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil-maut\ wan-najaata\ minan-naari\ wal-‘afwa\ ‘indal-hisab.” (Ya Allah, ringankanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, dan selamatkanlah kami dari api neraka serta ampunan ketika hari perhitungan.

Allah bebaskan rasa sakit dari segala siksa dunia Allah bebaskan segala penyakit yang sudah lama diderita nya, Allah lepaskan roh dari jasadnya, dengan menghembuskan nafas terakhirnya dirinya ,” asyhadu alla ilaha illallah,”(aku bersaksi tiada tuhan selain Allah) maka keluarlah roh dari jasadnya memutus ikatan antara  urusan dunia.

Hanya tangisan kesedihan yang tak mampu dibendung dari para keluarga saudara dan anak-anaknya meninggalkan sebuah nisan diatas tumpukan tanah bertuliskan almarhum.

Tidak ada lagi aktivitas urusan dunia, semuanya sudah terputus tinggal pertanggung jawaban kita selama kita hidup didunia yang akan dipertanyakan.

Kita sering bermain-main padahal waktu terus berjalan, sehingga kita lalai dan lupa pahadal malaikat maut setiap detik setiap menit selalu mengawasi kita, selalu siap mencabut nyawa kita, Allah selalu memperingkatkan kita yang sering tidak kita  menyadarinya , rambut mulai ditumbuhi uban, mata yang mulai kabur, pendengaran yang mulai berkurang itu semua adalah peringatan dari Allah.

Waktu hidup itu sangatlah singkat setiap  waktu yang kita jalani tidak lah terasa  berulang dan trus berulang  betapa pentingnya waktu kita gunakan untuk beribadah dan berbuat amal, ( khairukum mantola umruhu wahas sunnah amalu) yang terbaik antara kamu adalah orang yang panjang umur dan banyak juga kebaikan nya. 

Untuk apalah berumur panjang kalau kita hanya menimbun dosa dan kesalahan. Segagah gagahnya kita sehabat hebatnya kita sepintar pintarnya kita didunia, kita tidak akan mampu melawan takdir yang sudah ditentukan Allah, apapun jabatan mu didunia.

Mengejar dunia pastilah tak dapat walaupun dapat tapi tidaklah banyak, walaupun banyak pastilah tidak akan puas walaupun puas tapi tidak lah abadi.

Tapi kalau mengejar akhirat pasti lah dapat setelah dapat pastilah banyak setelah banyak pastilah puas setelah puas abadilah selama lamanya.

logo-pers FORWAMA-resized-225x224

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *