Operasi Cuci Uang di Dapur Mahkamah Agung: Hasbi Hasan Diselidiki Lagi, Cinta Terlarang dan Markus Ikut Tercuci, Ini Tanggapan Ketua FORWAMA

Beritainfobreakingnews.com – Bandung, Jawa Barat,- Di balik jeruji Sukamiskin, aroma uang haram kembali tercium. Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan, yang sebelumnya sudah dicap koruptor kelas kakap, kini kembali jadi bintang utama dalam episode lanjutan drama hukum Indonesia: dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK, layaknya detektif yang tak puas dengan kulit luar, kini menguliti transaksi gelap yang diduga disamarkan lewat skema bisnis penuh kamuflase.

Pemeriksaan dilakukan Selasa (4/11) di Lapas Sukamiskin, Bandung. Hasbi Hasan, yang kini resmi jadi penghuni tetap lapas elite koruptor, diperiksa bersama H. Dadan Setiadi Megantara, Direktur Utama PT Priwasata Raya. Nama Dadan muncul sebagai figur yang diduga ikut menari dalam skema pencucian uang yang lebih kompleks dari algoritma pinjol ilegal.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Hari ini, Selasa (4/11), KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dugaan TPPU di lingkungan Mahkamah Agung,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam pernyataan yang terdengar seperti notulen rapat sidang.

Tak cukup di Sukamiskin, penyidik KPK juga menggelar sesi interogasi di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Dua nama lain ikut dipanggil: Tumpal Simanjuntak, Asisten Ombudsman RI, dan Yuliana Rosalita, pihak swasta. Keduanya diduga menyimpan serpihan informasi penting soal aliran dana yang bisa membuka peta pencucian uang ala elite hukum.

Eks Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan

Dari Suap ke Cinta Terlarang: Jejak Hasbi Hasan yang Tak Pernah Lurus

Hasbi Hasan bukan nama baru di daftar hitam KPK. Ia sudah divonis bersalah karena menerima suap Rp11,2 miliar dan gratifikasi Rp630 juta dalam pengurusan perkara di MA. Hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan sudah dijatuhkan. Tapi rupanya, babak baru masih berlanjut. KPK kini memburu jejak uang yang diduga disulap lewat hotel, apartemen, dan bisnis-bisnis bertabur kamuflase.

Di balik skema pencucian uang, terselip kisah asmara yang tak kalah panas. Hasbi diduga menjalin hubungan mesra dengan Windy Idol, sosok yang disebut-sebut ikut menikmati fasilitas hotel dan apartemen mewah demi urusan cinta terlarang. Sambil mengurusi “Markus tingkat dewa,” Hasbi tampaknya tak hanya bermain di ranah hukum, tapi juga di ranah libido.

Emil Simatupang: “Hasbi Itu Penjahat Kelamin dan Korupsi!”

Ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung (FORWAMA), Emil Foster Simatupang, tak segan menyiram bensin ke bara. Dalam komentarnya yang lebih pedas dari sambal setan, ia menyebut Hasbi Hasan bukan cuma koruptor, tapi juga “penjahat kelamin.”

“KPK harus pilih tim JPU yang kredibel, biar tuntutan maksimal dan efek jeranya nendang. Jangan sampai elite MA yang serakah dan tak bermoral lolos lagi,” ujarnya.

Emil juga menyentil gaya hidup Hasbi yang diduga glamor dan penuh tipu daya. “Mustinya dia belajar dari Sekretaris Mahkamah Agung (SEKMA) sebelumnya yang berakhir di sel korupsi Sukamiskin. Sekretaris MA sebelumnya adalah Nuradi, bedanya cuma eks SEKMA Nuradi tidak penjahat kelamin seperti Hasbi. Hasbi Hasan terkenal sangat pelit dan alergi ke rekan media tapi terkenal sangat royal kepada perempuan yang disukai nya,” tegasnya, seolah mengingatkan bahwa karma hukum tak pernah tidur.

KPK Masih Mengendus, Publik Menunggu

KPK belum mengumumkan tersangka baru, tapi penyidik terus mendalami keterlibatan pihak lain. Kasus ini jadi sorotan karena melibatkan pejabat tinggi lembaga peradilan, memperkuat urgensi reformasi integritas di tubuh Mahkamah Agung dan lembaga penegak hukum lainnya.

Jika korupsi adalah penyakit, maka pencucian uang adalah gejalanya yang paling licik. Dan KPK, kali ini, tampaknya sedang menyiapkan dosis investigasi yang lebih keras.

logo-pers FORWAMA-resized-225x224

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *