Hartono Tanuwidjaja : Biar Kapok, Coba Jatuhkan Hukuman Maksimal dan Nusakambangan Bagi Koruptor.

Jakarta, Beritainfobreakingnews.com – Selalu saja setiap menjelang akhir tahun terjadi penangkapan sejumlah kepala daerah yang semakin gencar dilakukan oleh pihak aparat hukum khususnya KPK.

Karena desakan banyak hal untuk berlibur panjang dengan keluarga, selain bagi mereka yang sudah menjabat priode kedua, karena berpikir tidak akan bisa menjabat lagi, lalu watak asli keserakahan nya mencuat melakukan korupsi dengan berbagai cara modus operandi nya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Setelah tertangkap Gubernur Riau, lalu Bupati Ponorogo, terakhir Bupati Lampung Tengah, dan menyusul sejumlah kepala daerah yang hingga berita ini diturunkan, KPK masih terus melakukan giat monitoring di sejumlah daerah yang dirasakan publik belakangan ini kinerja nya buruk dan menutup diri dari sorotan media.

Apalagi sudah terbiasa setoran kepada Parpol pendukung nya pun mulai rewel meminta jatah dengan berbagai alasan, sehingga banyak kepala daerah harus menghalalkan segala caranya memeras dengan cara cara elegant kepada para kadis jajarannya.

Fenomena diatas membuat Hartono Tanuwidjaja, praktisi hukum yang dikenal sebagai pengacara kondang itu angkat bicara.

“Kadang kita semakin miris melihat kenyataan penjahat korupsi itu semakin rakus dan tidak merasa takut dengan pengap nya sel penjara dan berpisah tidur dengan anak isteri nya, hanya karena masalah uang haram yang selalu didalam otaknya. Semua proyek diakali, semua bentuk Bansos pun disunat, APBD di rekayasa, bahkan selalu terjadi transaksional terhadap promosi jabatan pada jajarannya, dan lain-lain sebagai nya menjadi lahan basah para oknum Kepala Daerah yang tidak amanah itu ” Kata Hartono yang sudah malang melintang didunia peradilan, kepada wartawan, Jumat, (12/12/2025).

Lebih lanjut lawyer kondang yang juga memiliki seorang isteri Pengacara Hukum berwajah cantik menawan itu menegaskan,

“Sudah saatnya majelis hakim menjatuhkan hukuman paling maksimal kepada oknum pejabat publik yang korup itu sekaligus ditempatkan di Nusakambangan agar merupakan shock therapist menimbulkan efek jera. Karena sejati nya para koruptor itu selama ini terlalu dirasakan enak di penjara ditengah kota, bisa pegang HP bahkan masih bisa berbuat aneh aneh didalam tahanan, karena oknum lapas dan rutan juga pada kelaparan terhadap uang haram mereka. Inilah yang harus disikapi secara serius oleh bapak Presiden kita. Reshuffle cepat para Menteri yang tidak terlihat gebrakan nya yang cuma omon omon doang ” pungkas nya.

logo-pers FORWAMA-resized-225x224

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *