Jakarta, Beritainfobreakingnews.com – Pernyataan sekjen PDIP Hasto yang viral menyebutkan adanya isteri salah seorang hakim PN Jakpus yang sengaja mendatangi nya beberapa hari kemaren sewaktu acara Wayang di gedung PDIP Jakarta, di mana kata Hasto adanya permintaan maaf dari seorang isteri hakim yang ketika menangani perkara itu mendapat tekanan dari pihak tertentu, sehingga kemudian majelis hakim memutuskan Hasto bersalah dan dihukum.
Dan pernyataan Hasto itu langsung direspons oleh pihak humas juru bicara PN Jakpus Andi Saputra, dimana Andi membantah keras pernyataan Hasto itu dihadapkan sejumlah media.
“Setelah kami telusuri dengan seksama, maka kami pastikan bahwa pernyataan Hasto itu adalah sangat tidak benar. Dan sejatinya tidak ada pihak-pihak lain yang menekan kami apalagi kepada pihak majelis hakim nya, dan sekali lagi saya menyayangi pernyataan sesat yang bisa kemana mana. Itu kami bantah secara tegas. ° Ucap Andi Saputra kepada wartawan, Selasa (10/12/2025) di Jakarta.
Sementara itu menurut pola pandang Mr. Emil F Simatupang, yang merupakan wartawan senior sekaligus kini menjabat sebagai Ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung (Forwama), bahwa pernyataan Hasto itu harus bisa dibuktikan nya, apakah Hasto melakukan penipuan publik atau sedang apalah.., agar citra dan marwah lembaga Peradilan MA khususnya para insan hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta semakin terjaga, karena saat ini gaya kepemimpinan Ketua MA Prof. Sunarto sangat kritis terhadap isu semacam ini, bahkan Sunarto yang merupakan Ketua MA ke 15 ini sangat anti terhadap yang berbau transaksional, apalagi dengan adanya isu terhadap hakim yang ditekan atau tertekan batin saat menangani perkara diruang persidangan.
Sekalipun Hasto sudah bebas karena pemberian Abolisi dari Presiden Prabowo, namun jika nanti ternyata pernyataan itu tidak benar dan tidak bisa dibuktikan nya, maka secara pidana Hasto dapat diproses secara hukum, karena kebohongan publik adalah hal yang sangat berdampak negatif yang bisa merusak citra MA yang sejatinya sangat independen.
“Ada pepatah yang mengatakan dan masih sangat relevan, mulutmu adalah harimaumu” Pungkas Emil F Simatupang.












