Usai Viral Karena Diduga Kurang Respon Terhadap Media, Kadis Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Akhirnya Minta Maaf dan Janji Panggil Direktur RSUD KHZ Musthafa Yang Blokir WA Wartawan

Beritainfobreakingnews.com – Tasikmalaya, Jawa Barat,- Setelah menjadi sorotan publik dan viral di sejumlah portal media sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. H. Heru Suharto, akhirnya memberikan klarifikasi terkait dirinya yang dinilai kurang responsif terhadap permintaan wawancara dari media. Isu ini mencuat setelah tim beritainfobreakingnews.com dan awak media lainnya mengeluhkan kesulitan menghubungi dr. Heru untuk mendapatkan konfirmasi atas berbagai persoalan kesehatan daerah.

Salah satu pemicu utama keluhan tersebut adalah permintaan tanggapan terkait tindakan Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Hj. Eli Hendalia, yang diduga telah memblokir nomor WhatsApp wartawan. Aksi tersebut sempat viral dan dinilai sebagai bentuk penghindaran terhadap kontrol publik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Minimnya respons serta tidak adanya balasan dari pesan yang dikirimkan ke nomor pribadi dr. Heru memunculkan spekulasi bahwa pejabat tersebut enggan berinteraksi dengan media. Menanggapi hal itu, dr. Heru menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui sambungan telepon WhatsApp dari nomor asistennya dengan nomor 0857-2435-47xx kepada tim beritainfobreakingnews.com, pada Rabu (29/10/2025).

“Saya meminta maaf, Pak. Bukan tidak merespon, tapi mungkin karena kemarin sibuk ada kegiatan di Bandung dan jujur saya juga jarang sekali pegang handphone. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar dr. Heru.

Dalam pernyataannya, dr. Heru menegaskan bahwa ketidakterlibatannya bukan karena sikap antipati terhadap media, melainkan akibat padatnya agenda dinas luar kota. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan media sebagai bagian dari transparansi publik, khususnya dalam sektor kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Terkait dugaan pemblokiran nomor wartawan oleh Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Heru menyatakan akan segera melakukan evaluasi internal. Ia berencana memanggil dr. Eli Hendalia beserta jajaran manajemen rumah sakit untuk meminta klarifikasi langsung.

“Mungkin dalam waktu secepatnya, insya Allah hari Jumat mendatang saya akan coba panggil Direktur RSUD KHZ Musthafa dan jajarannya. Saya harus cari tahu dulu apa alasannya dan penyebabnya. Ya mudah-mudahan hanya miskomunikasi saja, Pak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Heru menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi kesehatan. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian integral dari pelayanan publik yang tidak bisa diabaikan.

“Yang jelas saya selaku Kepala Dinas Kesehatan meminta maaf juga atas kejadian tersebut dan atas kurangnya respons saya saat dihubungi kemarin,” tutupnya.

Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara instansi kesehatan daerah dan insan pers, serta menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam penyampaian informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dr. Hj. Eli Hendalia terkait alasan pemblokiran nomor WhatsApp wartawan.

logo-pers FORWAMA-resized-225x224

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *