Beritainfobreakingnews.com – Jakarta,- Istana Negara mendadak jadi panggung drama hukum nasional, Senin (10/11/2025), saat Dwiarso Budi Santiarto resmi naik kasta menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Non Yudisial. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung sebagai saksi utama, lengkap dengan senyum khas dan gestur kenegaraan.
Dwiarso menggantikan Hakim Agung Suharto bukan, bukan yang itu yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua MA Bidang Yudisial. Perpindahan tongkat estafet ini dikukuhkan lewat Keputusan Presiden RI Nomor 101/P Tahun 2025. Isinya? Pemberhentian dengan hormat plus pengangkatan jabatan baru. Bahasa hukum, tapi intinya: Dwiarso resmi naik pangkat.
Surat sakti tersebut dibacakan oleh Nanik Purwanti, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara. Setelah itu, Dwiarso tampil di panggung utama, mengucapkan sumpah jabatan dengan gaya yang tak bisa ditawar:
“Saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya…” kutipan sakral yang bikin suasana jadi khidmat, meski AC Istana tetap dingin.
Usai bersumpah, Dwiarso menandatangani berita acara, lalu menerima ucapan selamat dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Momen salaman ini jadi ajang networking kilat, diikuti oleh para tamu undangan yang tak kalah penting.
Siapa saja yang hadir? Barisan elite negara lengkap:
- Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian, spesialis angka-angka)
- Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan, jago strategi)
- Brian Yuliarto (Mendiksaintek, ahli sains dan teknologi)
- Yusril Ihza Mahendraz (Menko Hukum, HAM, dan Imipas, master hukum)
- Jenderal Agus Subiyanto (Panglima TNI, penjaga NKRI)
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Kapolri, pengawal ketertiban)
Dengan pelantikan ini, Dwiarso resmi jadi navigator non-yudisial MA. Tugasnya? Menjaga integritas lembaga, mengawasi dari balik layar, dan memastikan roda hukum tetap berputar tanpa drama berlebihan.












