Beritainfobreakingnews.com. Jakarta – Suka atau tidak sejatinya publik memberikan nilai plus dan rasa bangga terhadap sosok Menteri Keuangan RI Purbaya yang kini sangat diandalkan oleh Presiden Prabowo untuk menciptakan perekonomian anak bangsa menjadi maju dan setara dengan negara maju lainnya.
Apalagi potensi alam Indonesia yang memiliki semua sumber alam yang melebihi negara lain, yang selama ini tidak mampu dilihat dan dimanfaatkan oleh anak bangsa oleh karena kurang cerdasnya para pendahulu yang memang harus dimaklumi karena banyak faktor.
Purbaya yang sejak remaja hingga dewasa terkesan spontan, cerdas dan slengekan bahkan jika bicara terkesan petakilan itu, menunjukan karakternya yang muak dengan kemunafikan apalagi sikap palsu penuh berpura pura atau bahkan melihat orang yang berpura pura tampil baik tetapi aslinya memiliki pikiran jahat.
Dan karakter sejati seperti itu otomatis menggelegar karena didikan dari orangtuanya yang sangat memantangkan memakan rezeki milik orang lain. Purbaya diajar oleh kedua orangtuanya harus berani mengatakan benar adalah benar walau kadang banyak orang merasa tersakiti, atau mungkin rasa iri dan syirik dari banyak orang karena sikap jujur dan berani menentang segala bentuk ke zholiman itu.
Hal inipula yang membuat sejumlah media ternama internasional menjadikan sosok Purbaya selalu menghiasi halaman utama yang banyak dibaca. Karena gaya dan spontanitasnya yang melawan arus dimana selama ini pada umumnya pejabat teras sekelas seorang Menteri hanya akan bermain slow dan penuh basa basi dan gaya lips servis hanya manis dibibir saja kepada kalangan wartawan, tapi pelitnya minta ampun.
Julukan kepada Purbaya pun bermunculan dari luar seperti Media yang berbasis di Singapura, Straits Times, dalam judulnya bahkan menjuluki Purbaya sebagai Menkeu bergaya koboi.
Straits Times merilis laporan berjudul “Menteri Keuangan baru Indonesia yang bergaya koboi bertaruh besar ke pertumbuhan ekonomi” pada 12 September.
Media Inggris, Financial Times, juga menyoroti Menkeu baru dalam laporan berjudul “Ekonomi Indonesia perlu dibenahi. Akan kah menteri baru mampu menangani?”
Di awal-awal paragraf, artikel FT menyoroti rekam jejak Purbaya secara singkat. Misalnya, dia yang pernah menyebut IMF bodoh hingga menyebut ada kesalahan fiskal dan moneter di masa lalu menyusul gelombang protes yang belum lama terjadi di Indonesia.
Dalam artikel tersebut, Financial Times juga menyebut penunjukan Purbaya merupakan salah satu pertaruhan terbesar Presiden Indonesia Prabowo Subianto di tahun pertama jabatan presiden.
Para ekonom gelisah dengan pergantian menteri keuangan ini. Mereka khawatir Indonesia bisa melampaui batas defisit yang ditetapkan sendiri dan menyebabkan gejolak pasar.
Financial Times juga melaporkan saat ini, Indonesia dibebani dengan perlambatan konsumsi yang meningkat, daya beli rendah, dan pasar tenaga kerja lemah.
Di tengah kekhawatiran itu, Purbaya optimis ekonomi Indonesia tumbuh sesuai target Prabowo.
“Pak Prabowo bilang kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Saya senang juga, bagus nih, kita kejar. Enggak gampang, tapi mungkin,” kata Purbaya.
“Beliau memang berani karena berjiwa patriot serta bersih. Apalagi beliau itu adalah orang kepercayaan Presiden Prabowo, sehingga semua yang dilakukan Purbaya lebih dulu didiskusikan kepada Presiden tanpa seorangpun tau. Dan nyata memang Pak Prabowo sangat suka dengan gaya serta keberanian Purbaya yang menghentak lantang, dibalik kecerdasannya dalam urusan perekonomian” kata salah satu pengawal terdekat Prabowo yang meminta agar namanya tidak usah disebutkan, saat berbincang dengan Emil Foster Simatupang, wartawan senior yang sebelumnya dikenal sebagai jurnalis tangguh dikalangan Istana di era Presiden Joko Widodo, kini Emil FS dipercaya menjabat sebagai Ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung RI yang merupakan lembaga tertinggi negara.***Chandra F Simatupang.












